Bagaimana Menjadi Content Creator yang Konsisten

Bagaimana Menjadi Content Creator yang Konsisten – Membuat konten yang konsisten membutuhkan latihan dan tingkat fokus yang cukup tinggi, sehingga kamu seringkali dapat kelelahan kreatif dan kelelahan mental. Namun perlu diingat, bahwa nilai yang kamu berikan kepada audiens adalah untuk bersenang-senang. Jangan sampai hal tersebut membuat kamu tertekan dan membuat kamu tidak sehat secara mental dan fisik.

Berikut adalah beberapa perencanaan yang dibuat untuk membantu kamu dalam menjadi seorang pembuat konten yang lebih konsisten.

1. Berfokuslah Membuat Konten Terhadap Satu Target

Berfokuslah untuk membuat konten untuk SATU target sasaran atau klien ideal kamu yang paling diuntungkan dari konten yang dibuat.

Gunakan kata-kata dan frasa yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari, untuk menggambarkan konten atau solusi yang kamu buat dalam konten. Coba kamu identifikasi masalah apa yang sedang audiens kamu bicarakan atau mendengar konten apa yang mereka mau.

Kamu bisa membuat dengan stiker polling di story instagram, untuk mengerti apa yang mereka inginkan. Hasilnya nanti, kamu akan membuat konten yang lebih menarik, menarik, dan berharga bagi audiens kamu!

2. Patuhi Kalender Konten Kamu

Membuat konten berkualitas, pasti membutuhkan perencanaan yang matang. Misalnya kamu sudah membuat rencana konten pada setiap tiga bulan. Temukan alat manajemen konten yang kamu sukai, seperti tools Asana, Trello atau Monday.com.

Apa pun isi preferensi konten kamu, cobalah untuk isi tujuan utama kamu pada setiap bulannya dan identifikasi lompatan serta pencapaian konten kamu. Nantinya hal ini akan membantu kamu dalam mencapai tujuan.

Selanjutnya, identifikasi konten yang akan dibuat untuk membantu melengkapi tujuan. Ingat, kamu tidak harus ekstrim dalam membuat konten dan rencananya, tetapi kamu hanya perlu konsisten.

Tech Team mengerti bahwa kamu mungkin adalah orang yang berprestasi dan ingin mencapai tujuan yang tinggi dengan konten kamu, tetapi pastikan kamu, untuk tidak kehabisan tenaga. Jaga kesehatan terus ya!

Alternatifnya, kamu bisa menggunakan jasa Tech Team Indonesia dalam mengelola konten perencanaan. Tech Team dengan jasa kelola sosial medianya, bisa jadi temen yang pastinya bakal denger semua keluhan kamu soal sosial media!

3. Buatlah Konten Setiap Hari

Biasakan membuat konten setiap hari. Melakukan hal ini akan membantu kamu dalam mengembangkan kejelasan dalam pesan, membantu kamu dalam mempelajari lebih lanjut tentang audiens, dan akan membantu kamu dalam menemukan kembali jati diri dari brand kamu.

Kamu tidak harus menerbitkan setiap hari, tetapi pastikan kamu melatih keahlian kamu sendiri dalam mengasah pesan dan value dalam brand kamu.

Kamu dapat membuat sesuatu dan mengujinya pada Instagram Stories untuk mendapatkan umpan balik dan melihat “apakah perlu dikembangkan kembali konten kamu di postingan mendatang?”

Tindakan ini saja akan membantu kamu dalam mendapatkan kepercayaan diri dan momentum memperkenalkan pesan brand dan nilai unik pada audiens kamu.

Kamu bisa memaksimalkan konten kamu secara visual pada rencana distribusi konten kamu!

4. Tetaplah Termotivasi Membuat Konten!

Hari-hari ketika kamu tidak merasa termotivasi untuk membuat konten, ingatkan diri kamu bahwa dengan hadirnya kamu ke tengah audiens, berarti kamu tengah mendidik, menginspirasi, dan memberi mereka konten yang berharga.

Selain itu, tetap termotivasi juga berarti membiarkan diri kamu untuk tetap beristirahat dan bersantai. Tapi ingat juga untuk melakukan aktivitas yang membantu kamu merasa berenergi dan fokus kepada pekerjaan kamu dalam membuat konten.

Beristirahatlah dan terhubung kembali dengan aktivitas yang menginspirasi diri kamu, agar kamu merasa bersemangat kembali di kemudian hari. Mungkin kamu bisa melakukan aktivitas lain seperti menghirup udara segar, tidur yang cukup, dan memutuskan hubungan dari teknologi untuk sementara waktu.

5. Cobalah Menggunakan Konten yang Ada

Maksimalkan output konten kamu dengan mengubah tujuan kontennya. Buat satu konten dan targetkan konten tersebut untuk membuat setidaknya enam aset berbeda dari konten aslinya.

Misalnya kamu membuat konten besar tentang “Lingkungan”, maka kamu bisa membuat konten lainnya mengenai lingkungan.

Sama seperti halnya, ketika kamu memiliki video berdurasi panjang yang dibagi menjadi beberapa pembahasan, maka kamu dapat memangkasnya menjadi beberapa cuplikan pendek.

Ketika membuat konten, usahakan selaras dengan audiens mau. Maka dengan ini, kamu dapat mengembangkannya dan membuat konten secara lengkapnya di kemudian hari. Nantinya video tersebut akan dibagikan ke saluran media sosial lain, sambil mengarahkan orang-orang untuk ke konten utama agar mendapatkan informasi lebih lanjut.

Misalnya kamu bisa menaruh feeds di Instagram tentang sub-konten kamu, lalu arahkan mereka untuk ke konten utamanya, yaitu artikel yang ada di blog kalian. Tujuannya adalah untuk mendapatkan informasi terbaru dan terlengkap.

6. Menetapkan Alur Kerja Tidak Terlalu Padat!

Tetapkan alur kerja tentang bagaimana kamu memiliki ide hingga ke bagian mengambil tindakan dalam menerapkan ide tersebut. Misalnya, kamu dapat menggunakan Evernote untuk mencari ide konten dan menggunakan Asana untuk mengidentifikasi proyek dan tugas konten kamu.

Maka coba temukan tools dan jadwal yang cocok untuk posting konten kamu.

Tech Team bisa mengatur perencanaan konten bagi sosial media agar terkelola dengan baik. Misalnya Hari Senin untuk buletin, hari Selasa untuk tutorial tentang TikTok dan Reels, hari Rabu untuk YouTube, dan seterusnya!