Fanatisme Brand, Apa Itu?

Fanatisme Brand, Apa Itu? – Ingat dengan kejadian setahun lalu tepatnya di tahun 2021, dunia makanan cepat saji McDonald’s dibuat heboh dan laku keras karena melakukan kolaborasi dengan salah satu boyband legendaris asal Korea Selatan BTS?

BTS Meal merupakan menu kolaborasi antara MCDonald’s dan BTS yang sangat laku keras diburu oleh ARMY Indonesia. ARMY dan anak Kpopers lainnya dikenal sebagai fans yang royal dengan idolanya.

Sehingga tidak heran, saat itu kalian akan melihat pemandangan antrian ojol yang sangat panjang, demi untuk menunggu orderan BTS Meal di depan gerai McD.

Selain antrian yang sangat panjang, para ojol menunggu hingga berjam-jam dan bahkan ada yang membatalkan pesanannya saking ramainya.

Waduhh, sepertinya bukan hanya BTS Meal yang seperti ini loh, ternyata ada brand lainnya yang menggunakan artis atau idol Kpop sebagai BO (brand ambassador) seperti NACIFIC yang berkolaborasi dengan StrayKids, Susu UHT Ultra Milk yang kolaborasi dengan ITZY atau game PUBG yang melakukan kolaborasi dengan BlackPink.

Dan masih ada banyak produk lainnya, dan pastiii setiap fansnya berburu untuk membeli produk tersebut. Entah demi untuk mendapatkan merchandise, photocard atau supaya tidak FOMO atau ketinggalan informasi.

Dibalik para brand yang semakin gencar untuk menggunakan Kpop idol sebagai brand ambassador, terdapat fenomena yang unik untuk diketahui secara lebih dalam yaitu fanatisme brand.

Sudah pernah dengar? Yuk kita ulas secara singkat!

Fanatisme Brand, Apa Sih Itu?

Fanatisme mudah ditemukan pada dunia olahraga dan musik atau bahkan elektronik dan lainnya, seperti bisnis.

Misalnya hanya ingin gunakan barang elektronik dari Apple saja, kalau diganti dengan brand lain mungkin dia akan merasa tidak nyaman atau tidak ingin menggunakannya.

Fanatisme Brand adalah bentuk ekstrem dari kesetiaan pelanggan (brand loyalty) terhadap sebuah brand atau produk. jadi dia hanya ingin menggunakan satu brand saja seumur hidupnya karena dia sudah suka banget sama satu brand tertentu.

Sama dengan orang yang fanatik lainnya, biasanya mereka sadar akan hal-hal yang lebih baik dibanding brand lain, yang mungkin tidak disadari oleh banyak orang.

Sehingga pada saat brand mereka sudah meluncurkan produk baru, pasti mereka akan beli.

Dalam dunia bisnis, pelanggan adalah kunci dimana produknya bisa menikmati dan digunakan yang dapat menghasilkan keuntungan. Sehingga tugas utama para pebisnis adalah untuk membuat pelanggan menjadi setia, bukan fanatik.

Lalu bagaimana cara praktis untuk membangun fanatisme pada brand dan produk adalah dengan memberikan nilai tambah dan berbeda. Seperti dengan memberikan memorable experience sehingga bisa meningkatkan emotional attachment atau menjadi brand yang be authentic, melakukan engagement untuk membenagun kedekatan.

Menurut Oliver 1999 bahwa fanatisme brand berawal dari kepuasan pelanggan. Biasanya pada produk yang banyak memiliki pelanggan setia, biasanya adalah brand yang menawarkan rasa emosional yang besar (experiences of gratification) dan kecocokan antara brand dan konsumen (experiences of perfect lit).

Nah, itulah yang disebut dengan fanatisme brand. Kamu masih bingung terkait gimana caranya supaya konsumen bisa setia atau lirik produk saya yang ada di sosial media? Nah kamu bisa cobain konsultasi kapan pun, selama apapun GRATIS di Tech Team Indonesia.

Kamu bisa menghubungi ke https://techteam.id/ yang melayani selama 24 jam dan langsung ditangani oleh ahlinya.

Atau kamu bisa dm langsung ke instagram kami di @techteam_indonesia