EN || ID

Tips #1 Biar Customer Mikir Bisnis Kita Laris!

Tips #1 Biar Customer Mikir Bisnis Kita Laris!

Sobat techteamers, kamu pernah melihat spanduk yang berisikan suatu kalimat informasi tentang suatu produk atau bisnis?

Dan ketika kamu membacanya, otak dan pikiranmu langsung berpersepsi “sesuatu” tentang produk atau bisnis tersebut.

Produk yang laris manis akan memberikan dampak positif pada perusahaan bukan?

Customer akan terpacu untuk mempertimbangkan untuk membeli produk sehingga berdampak pada laris nya jualan yang kita jual.

Kalau masih bingung, mimin techteam bantu dengan satu contoh, nih..

Pernah baca atau mendengar kata “orang pintar minum Tolak Angin” ?Mimin techteam yakin bahwa kamu pernah mendengar ini televisi, spanduk iklan, di kemasan atau bahkan poster yang ada di jalan.

Secara tersirat produk tersebut tengah menegaskan bahwa “jika tidak minum produk tersebut (Tolak Angin), maka tidak termasuk golongan orang pintar, makanya jika ingin pintar minum produk tersebut”.  

Hal inilah yang membuat pembaca dihadapkan persepsi “apakah saya masuk golongan pintar atau tidak” dan pikiran sadar inilah yang memicu para pelanggan untuk bertindak membeli atau menggunakan produknya sebagai pilihan “pintar”.

Contoh lainnya seperti “Cantik itu Halal” oleh brand kosmetik kecantikan, yang memanfaatkan tulisan singkat yang menampilkan nilai/benefit dari produk yaitu produk kecantikan yang halal.

Nah, jika kamu pernah melihat slogan seperti itu, maka kamu sudah kenal dengan Copywriting! Betapa dahsyatnya dampak dari sebuah tulisan, kata dan komunikasi. The Power of Copywriting!

Mau mengetahui lebih jauh soal the power of copywriting? Jika belum tahu yuk simak dulu artikel techteam satu ini.

Sekilas Tentang Copywriting

Secara singkatnya copywriting adalah tulisan yang persuasif yang membutuhkan skill marketing untuk memasarkan dan mempromosikan suatu produk, layanan, dan campaign.

manfaat copywriting

  1. Mengajak para customer atau konsumen untuk melakukan aksi yang diinginkan seperti, membeli sesuatu, mengunjungi situs atau akun media sosial, menghubungi kontak tertentu, hingga mengajak lakukan konsultasi dan tindakan lainnya.

Tidaklah heran, bila ada seseorang yang memiliki skill marketing atau content marketing yang baik.

Mereka kerap dituntut untuk membuat copywriting yang menarik perhatian, membangkitkan minat, memunculkan keinginan, memotivasi agar melakukan suatu tindakan, dan tindakan lainnya pada produk atau jasa yang ditawarkan.

Namun, memanglah tidak mudah untuk melakukan itu semua.

Jenis Copywriting

Seseorang copywriter tentunya harus menguasai jenis copywriting lainnya

Search engine copywriting (SEO), sales copywriting, web copywriting, technical copywriting, creative copywriting, public relations copywriting dan masih banyak lagi.

Belum lagi seorang copywriting harus menguasai teknik menulis AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) agar headline terlihat menarik, sesuai dengan karakter audiens, sesuai dengan tujuan pemasaran, dan lebih dekat dengan audiens

(karena setiap audiens pasti memiliki ciri khas tersendiri, misalnya di kalangan orangtua atau ibu-ibu tidak mungkin suatu brand memanggil customernya dengan sebutan ‘Guys’)

Dalam copywriting, pemilihan kata atau diksi tidak kalah pentingnya, karena ada ribuan kata-kata yang terlihat memiliki makna yang sama dan berbeda dengan kata lainnya. Sehingga, seorang copywriting, harus pandai memilihsatu kata yang memiliki makna yang tepat untuk dirangkai menjadi satu kalimat.

Misalnya kata “habis” dan “tutup” yang dipajang di sebuah toko yang dagangannya laku keras.

Dilansir dari myskillid, dalam copywriting penting bagi kita untuk memasukan sensory words. Kenapa? Agar customer dapat gambaran atau persepsi pada produk atau bisnis.  

Pada kata “habis”, konsumen akan mempersepsikan bahwa dagangan toko tersebut habis karena saking laris manisnya dan otomatis toko akan tutup.

Sedangkan kata “tutup”, konsumen akan mempersepsikan bahwa toko tersebut tutup saja dan mungkin konsumen akan pergi ke toko lain tanpa berfikir kalau sebetulnya warung tersebut juga laris manis.

Dengan catatan kata “habis” bisa dipakai bisnis yang sudah benar-benar habis ya, jadi sesuai dengan keadaan yang ada. Nah, gimana pendapatmu soal copywriting? Kamu punya contoh kata kaya gini lagi gak?

Atau kamu punya mimpi untuk jadi copywriter? Kalau kita bahas soal kesalahan umum soal copywriting, kayaknya seru. Tunggu terus artikel tentang copywriter di website ini.

Terima kasih sudah membaca artikel kami tentang copywriter, techteamers. Kalau kamu mau temuin tips dan fakta unik lainnya, tungguin artikel kita lainnya ya~

Apabila ada pertanyaan soal digital marketing, sosial media, IT solution, Techteam siap bantu dan melayani techteamers 24 jam di website techteam maupun melalui WhatsApp

Keywords: copywriting, copywriter

Kategori :
Share:

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Artikel Terbaru

Tone Of Voice, Sudah Tahu?

Tone Of Voice, Sudah Tahu? – Kamu pernah melihat tagline “jeruk kok makan jeruk?” dalam suatu produk minuman jeruk atau kamu sering melihat iklan Gojek

Read More »
EN || ID

Login or Register

Digital Supplychain Executive

ICO’s

87,5

Rate

4,8

Feugiat vivamus at augue eget arcu. Auctor augue mauris augue neque. Et magnis dis parturient montes nascetur ridiculus mus. Vitae et leo duis ut diam quam nulla porttitor